Musik Dalam Perspektif Al-Qur’an

1:40:00 PM Add Comment
Dalam bahasa Indonesia yang dimaksud dengan musik adalah nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan. Terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu. Dalam bahasa Arab, alat-alat musik disebut dengan al-Ma’azif yaitu setiap nama dari alat musik atau permainan melalaikan yang digunakan untuk mengiringi sebuah lagu atau sya’ir.

wallpaper Al Quran

Jadi, yang dimaksud dengan musik adalah segala sesuatu yang bisa menghasilkan bunyi dan suara. Seperti kecapi, gitar, kendang, gamelan, angklung, rebana, bedug, seruling, terompet, piano, dan lain sebagainya.

Alloh S.W.T. berfirman dalam al-Qur’an surat Lukman ayat 6:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Di antara manusia ada yang menggunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan dari jalan Alloh tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Alloh itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”

Imem Bukhori dalam kitab Adabul Mufrad meriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas menjelaskan bahwa ayat tersebut diturunkan berhubungan dengan nyanyian dan sejenisnya.

Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mencantumkan riwayat Abdullah bin Mas’ud, bahwa beliau berkata, “Maksud firman Alloh perkataan yang tidak berguna adalah nyanyian. Demi Dzat yang tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Dia.” Beliau menyebutkan makna tersebut sebanyak tiga kali.”

Penafsiran Ibnu Mas’ud ini juga disampaikan oleh ahli tafsir dari kalangan tabi’in seperti Imam Mujahid, Imam Sa’id bin Jubair, Imam Ikrimah, dan Imam Qotadah.

Imam Muhammad bin Ali al-Syaukani dalam kitab Fathul Qodir menjelaskan bahwa maksur (لَهْوَ الْحَدِيثِ) perkataan yang tidak berguna adalah segala sesuatu yang melalaikan seseorang dari berbuat baik. Hal itu bisa berupa nyanyian, permainan, cerita-cerita bohong, dan setiap kemungkaran.

Syekh Abdurrahman bin Nashir a-Sa’di dalam kitab Taisirul Karimir Rohman berkata, “Perkataan yang tidak berguna yaitu perkataan-perkataan yang tidak berguna bagi hati yang menjadi penghalang dari tujuan. Maka, masuk ke dalam kategori ini setiap perkataan haram dan setiap perkataan sia-sia serta batil.” Kemudian, beliau mennyebutkan nyanyian dan seruling setan sebagai contohnya.”

Dengan demikian, maksud firman Alloh (لَهْوَ الْحَدِيثِ) adalah musik dan nyanyian-nyanyian. Sehingga, ayat tersebut menunjukkan keharaman hukum musik. Dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa musik dan nyanyian merupakan sarana yang bisa menyesatkan manusia dari mengingat Alloh dan bisa mendatangkan adzab yang pedih.

Source: Facebook Abu Mujahidah Al-Ghifari

Tentang Rasa Yang Harusnya Sirna (Sebuah Kisah Nyata)

11:20:00 AM Add Comment
Farid. 16 tahun. Saat ini ia duduk di bangku kelas tiga SMA. Tidak jauh berbeda dengan siswa lainnya, ia sibuk mempersiapkan ujian nasional yang sudah di depan mata. Ia dikenal sebagai pemuda pendiam. Meskipun begitu dia sangat mudah bergaul. Pribadinya yang menyenangkan membuat dia dikenal banyak orang.

illlustrasi, pasangan pasutri dalam islam

Farid bukanlah siswa yang langganan juara. Prestasi terbaiknya hanya peringkat ke 5 di kelas 2. Itupun hanya sekali. Sisanya ia hanya bertengger di peringkat 8 sampai 12. Meskipun pendiam dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Kesukaannya terhadap Sarah sering menjadi bulan-bulanan bagi teman-temannya. Semua bermula ketika Imam memancingnya untuk bercerita tentang perempuan yang ia sukai. Sarah. Ia bercerita kalau keanggunan sikap gadis itu yang membuat ia suka. Keindahan sosoknya. Kecerdasannya. Semua terasa begitu memesona. Mereka bercerita panjang lebar hingga azan ashar menghentikan mereka berdua. Awalnya Imam berjanji untuk menjaga rahasia hatinya itu hanya berdua saja. Tapi entah kenapa sekarang hampir satu sekolah mengetahuinya.

Kabar itu pun terdengar di telinga sarah. Namun ia hanya menanggapinya dengan sikap dingin. Farid hanyalah satu dari sekian banyak laki-laki yang menyukainya. Jika ia adalah sebuah pilihan, mungkin akan menjadi pilihan kesekian di mata Sarah. Farid pun sadar. Siapalah dirinya. Sarah yang selalu juara umum, mungkin akan menyukai yang setidaknya bisa menyainginya. Ia yang berparas cantik, sangat mungkin memilih yang setidaknya selevel dengan dirinya. Menyadari itu Farid menahan hatinya hanya untuk sekedar berniat meminang gadis yang menjadi cinta pertamanya itu kelak.

*****

Waktu berlalu. Baju seragam yang dulu putih abu-abu kini sudah tidak karuan. Rambut panjang yang dahulu dilarang kini sudah dibebaskan. Inilah dunia kuliah. Dunia yang sedang ditapaki Farid dan kawan-kawannya. Sedikit berbeda dengan ketika ia masih di SMA, di kampus ia sering menghadiri kajian-kajian islam. Banyak ilmu yang ia dapatkan. Tentang aqidah, adab, akhlak, dan masih banyak lagi lainnya. Ia amat suka mendalami itu semua sebagai bekal hidupnya.

Tentang jodoh... Farid sudah mendapatkan yang ia inginkan. Bukan Sarah. Gadis yang ia nikahi adalah saudara teman sepengajiannya di kampus. Laili namanya. Kebetulan mereka berdua berada di kampus yang sama. Namun beda fakultas. Farid fakultas teknik, sedangkan Laili fakultas kedokteran. Farid yang kini tinggal menyelesaikan skripsinya itu berjibaku menghidupi keluarga kecilnya dengan berjualan online. Apapun ia jual asalkan untung.

Hidup terasa bahagia untuknya dan Laili. Meski pas-pasan tak ada keluhan di mata istrinya. Laili tahu, Farid hanyalah mahasiswa yang kerja serabutan, belum mempunyai penghasilan yang tetap. Tapi hidup bersama suaminya sudah sangat membahagiakannya.

"Sa... sarah?" Tiba-tiba ia berjumpa dengan teman lamanya dulu semasa SMA di sebuah cafe di pinggir kota.

Farid tak menyangka akan berjumpa Sarah di tempat itu. Yang ia tahu gadis itu telah menyelesaikan kuliahnya dua tahun lalu dan menikah dengan seorang dosen muda di kampus tempat ia kuliah di kota seberang dan menetap disana.

"Hei... ada apa?" Matanya yang sembab membuat Farid tidak tega meninggalkannya begitu saja.

Mereka pun duduk di satu meja kecil di dekat jendela. Sampai kopi yang ada di meja itu dingin Sarah pun belum membuka mulutnya. Farid sedikit terkejut dengan penampilan Sarah. Meskipun pendek Sarah sudah berjilbab. Tapi soal bawahan tidak jauh berbeda dengan pakaiannya dahulu. Sedikit ketat.

"Apa yang terjadi sarah? Cerita... biar kita selesaikan sama-sama." Tanya Farid yang tak sabar menunggu.

Perempuan itu sedikit demi sedikit membuka mulutnya. Ia bercerita kalau ia baru saja bercerai dengan suaminya. Masalah rumah tangga yang tidak kunjung usai membuat keduanya memutuskan untuk berpisah. Namun Sarah masih belum mampu menerima status janda yang melekat padanya diusia yang masih teramat senja.

Curhatan-curhatan itu berlanjut di alam maya. Chat demi chat bersahut-sahutan di antara mereka berdua. Farid dengan sabar membalas satu persatu curhatan Sarah. Dan terjadilah pertemuan kedua.

"Kau mencintaiku kan Rid?"

Sontak dada Farid terguncang. Ingatan masa lalu yang hampir ia lupa kini seolah dihadirkan kembali di hadapannya. Angan-angan untuk memiliki Sarah yang dulu amat memenuhi hatinya yang terpaksa ia buang kini bagai bunga di musim semi yang semakin mekar.

"A... aku sudah menikah Sarah." Ia menyesali kata-kata yang ia nanti-nantikan dahulu itu kini muncul di saat yang tidak tepat. Di saat ia sudah menikahi perempuan lain.

"Aku tak masalah Farid kau poligami."

Setelah beberapa pembicaraan kecil, mereka pun pulang. Farid melangkahkan kakinya ke rumah bagai membawa beban berat... sangat berat. Saking tak kuatnya ia pun langsung tidur tanpa banyak berbicara dengan istrinya, Laili.

"Mas... mas... bangun mas..." ujar Laili sambil menggerak-gerakkan badan Farid.

"Apa sih..!!!" Balas Farid agak kasar.

Laili kaget melihat tingkah suaminya itu yang tidak seperti biasa. "Waktu magribnya sudah hampir habis..."

"Astagfirullah... kenapa tidak dibangunkan dari tadi..."

"Aku lihat mas Farid tadi kayaknya lelah sekali..."

Tanpa menggubris penjelasan istrinya Farid langsung ke kamar mandi. Laili bingung dengan sikap suaminya. Ada apa? Ia berharap keanehan ini akan hilang di kemudian hari. Tapi harapan itu tidak berbuah nyata. Hari berganti hari membuatnya berkesimpulan, "Suamiku sudah berubah..." beberapa kali ia menyakan perihal perubahan sikap Farid hanya dibalas dengan ucapan, "Tidak ada apa-apa..."

Laili mencari tahu. Ia tak ingin hidup keluarganya seperti ini terus. Ketika suaminya tidur, ia membuka hp suaminya, berharap ada penjelasan yang ia dapatkan atas rentetan kejadian yang menimpanya.

*****

"Mana makanannya kok nggak ada?" Tanya Farid dengan nada tinggi.

Laili duduk termenung di ruang tamu kecil di kontrakan mereka.

"Mas... mas bilang kalau mau menikah lagi mas... jangan perlakukan aku seperti ini..." ujar Laili sambil menahan tangisnya.

Farid hanya diam. Ia menduga bahwa istrinya itu sudah membuka chay Sarah yang menanyakan kejelasan Farid atas permintaan menikahinya.

"Aku tak kuat mas... aku ingin keluarga kita seperti dulu... penuh dengan keceriaan."

"Aku rela mas poligami, asal mas jangan perlakukan aku seperti ini. Aku ini perempuan mas." Ujar Laili sesenggukan.

Melihatnya Farid tak tega. Ia mulai menyadari betapa sikapnya sudah menyakiti istrinya begitu dalam. Sedangkan perasaannya terhadap Sarah, sudah berhari-hari ia lawan namun berhari-hari pula ia bertambah kuat.

"Aku tak bisa poligami Laili... aku tak sanggup..."

"Kalau begitu... mas ceraikan saja aku." Kata Laili dengan sedikit mengancam.

Mereka pun bercerai. Farid sangat menyayangkan perceraian itu. Namun ia tak mampu menahan hatinya. Kemelut di hatinya seperti perang yang tiada akhir. Beberapa bulan setelahnya Farid akhirnya menikahi Sarah. Gadis yang ia impi-impikan sejak dulu. Perempuan yang selalu mengisi angan-angannya sampai ia menikahi Laili. Bahkan setelah pernikahannya dengan Laili angan-angan itu tidak sirna. Ia hanya tertidur sampai sesuatu membangunkannya. Namun, indahnya angan tidak selalu mengindahkan kenyataan. Kehidupan Sarah yang sangat berbeda dengan Laili membuatnya kaget. Tidak ada teh hangat di pagi hari. Tidak ada makanan di meja makan. Tidak ada yang mau mencuci baju baju kotor. Semua diantar ke tempat laundry. Kehidupan mereka yang tidak satu arah membuat banyak konflik. Gaya hidup Sarah yang boros membuat Farid tak sanggup menabung. Agama yang belum tertata membuatnya merasa bebas jalan dengan teman-temannya di luar. Tanpa seizin suaminya. Bahkan ngobrol dengan laki-laki terasa tanpa ada yang membatasi. Melihat kondisi yang semakin lama semakin tidak baik ini ia rindu dengan Laili yang ia ceraikan dahulu. Tak lama Farid dan Sarah pun bercerai setelah pertengkaran hebat yang merupakan bom waktu dari rentetan pertengkaran kecil tempo hari. Kini ia menyesali... menyesali kebodohan-kebodohannya. Disaat ia datang kembali ke hadapan Laili... pintu hatinya sudah tertutup rapat.

(Diceritakan ulang dan sedikit dimodifikasi dari novel 'Prahara Cinta' karya ustadz Abu Umar)

*****

Ulama sudah sepakat... berbicara dengan lawan jenis hanyalah pada tingkatan 'jika perlu' saja. Fitnah... kerusakan... perpecahan seperti yang terjadi dicerita ini mungkin bukan satu dua kali terjadi. Maka hendaklah kita berhati-hati dalam berhubungan dengan lawan jenis.

Taubatilah semua kejahilan-kejahilan yang dahulu kita lakukan. Yang kita tidak tahu ilmunya sehingga kita melakukannya. Ngobrol ngalor ngidul dengan perempuan, chatingan, jalan bareng, ketawa-ketiwi, hingga pacaran. Taubatilah semua... sehingga tidak ada yang bersisa di hati kita kecuali penyesalan... penyesalan telah melanggar batasan-batasan yang sudah Allah tetapkan... dan rasa tak ingin melakukan perbuatan-perbuatan semacam itu lagi. Hingga ketika sosok itu hadir kembali, tidak ada yang datang dihatimu kecuali pertolongan-pertolongan Allah.

****
Di tengah rintik hujan di kota Tanjungpinang

Source:  Facebook Bima Sanjaya

Konsep Memperbaiki Karakter dalam Islam

11:18:00 AM Add Comment
Alhamdulillah, acara tabligh Akbar dg tema "Memperbaiki Sebuah Karakter" bersama Dr. Syafiq bin Reza Basalamah, MA berjalan dg lancar. Tanpa terduga, peserta membludak di luar dugaan walau tanpa publikasi.

Berikut ini ringkasan materi yg disampaikan oleh Ustadzuna Syafiq bin Reza Basalamah. Semoga bermanfaat bagi saudara2 kami, terutama yg tidak hadir.

illustrasi

1. Pendidikan yg sesungguhnya bukan hanya sekedar nilai dan gelar yg diraih, tetapi yg membuahkan pribadi dan karakter mulia.

2. Islam bukan hanya membahas masalah ibadah semata, tetapi juga menekankan pendidikan karakter/akhlak mulia, bahkan Nabi diutus bertujuan untuk menyempurnakan akhlak.

3. Urgensi Karakter

A. Ditinggikan derajatnya
Rasulullah pernah bersabda:
«إِنَّ اْلمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ اْلصَّائِمِ الْقَائِمِ»
“Sungguh seorang mukmin dapat meraih derajatnya orang yang shalat dan puasa karena akhlaknya yang bagus.” (HR Abu Dawud: 4798, al-Hakim 1/60, Ibnu Hibban: 1927, dinyatakan “shahih” oleh al-Albani dalam ash-Shahihah: 795)

B. Dimudahkan masuk surga
Jalan menuju surga sangat banyak, di antaranya adalah dengan berakhlak mulia. Berdasarkan hadits:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ اْلنَّاسَ اْلجَنَّةَ، قَالَ: «تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ اْلخُلُقِ».
Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah pernah ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga, beliau menjawab, “Taqwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.” (HR at-Tirmidzi: 2004, Ibnu Majah: 4246, Ahmad 2/291, Ibnu Hibban: 476, al-Hakim 4/324, dinyatakan “hasan” oleh al-Albani dalam ash-Shahihah: 977)

C. Orang yang paling dicintai dan dekat dengan Nabi pada hari kiamat
Berdasarkan sabda Nabi n\:
«إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّيْ مَجْلِسًا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا».
“Sesungguhnya orang yang paling cinta kepadaku dan orang yang paling dekat kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR at-Tirmidzi: 2018, dinyatakan “hasan” oleh al-Albani dalam ash-Shahihah: 791)

D. Paling dicintai oleh Allah
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيْكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا جُلُوْسًا عِنْدَ اْلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأَنَّمَا عَلىَ رُؤُوْسِنَا اْلطَّيْرُ، مَا يَتَكَلَّمُ مِنَّا مُتَكَلِّمٌ إِذْ جَاءَهُ أُنَاسٌ فَقَالُوْا: مَنْ أَحَبُّ عِبَادِ اللهِ إِلىَ اللهِ؟ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ أَخْلَاقًا».
Dari Usamah bin Syarik dia berkata, “Suatu ketika kami sedang duduk-duduk di sisi Nabi, seolah-olah di atas kepala kami ada seekor burung hingga tidak ada seorang pun yang berani bicara, tiba-tiba datang sekelompok orang bertanya kepada Nabi n\, “Siapakah hamba Allah yang paling dicintai oleh-Nya?” Nabi n\ menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.” (HR ath-Thabrani dalam al-Kabir: 471, berkata al-Imam al-Haitsami dalam Majma‘ Zawa’id (8/24), “Para perawinya rawi yang shahih.”)

E. Memberatkan timbangan
Akhlak mulia merupakan amalan yang terpuji. Berdasarkan hadits:
عَنْ أَبِيْ اْلدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ اْلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ شَيْءٍ أثَقَلُ فِيْ الْمِيْزَانِ مِنْ حُسْنِ اْلخُلُقِ».
Dari Abu Darda’ bahwasanya Nabi bersabda, “Tidak ada yang lebih berat pada timbangan seorang hamba pada hari kiamat daripada akhlak yang mulia.” (HR Abu Dawud: 4799, at-Tirmidzi: 2002, Ahmad 6/446, Ibnu Hibban: 481, dinyatakan “shahih” oleh al-Albani dalam ash-Shahihah: 876, Shahih Adab Mufrad: 204)

Dan masih banyak lagi keutamaan2 lainnya.

Source: Facebook Baharudin Sila Albimai

Kiat Merubah Karakter Menurut Islam

11:13:00 AM Add Comment
Kiat Merubah Karakter
Karakter itu yg bawaan asli, ada juga yg perlu usaha memperbaiki. Kita tidak boleh berpangku tangan begitu saja.

illustrasi

Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk meraih akhlak yang mulia, di antaranya adalah sebagai berikut:

A. Berdo‘a
Nabi kita yang mulia tidak diragukan lagi adalah orang yang paling bagus akhlaknya. Namun, beliau masih meminta kepada Allah agar dianugerahi akhlak yang mulia. Beliau membaca do‘a:
«اَللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ اْلأَخْلَاقِ لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ».
“Wahai Allah, tunjukilah aku kepada akhlak yang paling baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau, jauhkanlah dariku akhlak yang jelek tidak ada yang dapat menjauhkannya kecuali Engkau.” (HR Muslim: 771)

B. Training
Kesungguhan diri untuk berusaha meraih akhlak yang mulia merupakan faktor penentu; karena itu, Allah q\ akan membukakan jalan bagi yang bersungguh-sungguh.
Contoh, santri atau anak membiasakan diri untuk shodaqoh, bantu orang yg membutuhkan dan lain sebagainya.

C. Menuntut ilmu
Orang yang senantiasa membaca dan merenungi al-Qur’an dan as-Sunnah berupa ayat-ayat dan hadits Nabi yang menganjurkan akhlak mulia, dia akan berusaha untuk merealisasikan hal tersebut; berbeda dengan orang yang hatinya telah mati ia akan berpaling dan angkuh dari mengamalkan kandungan al-Qur’an dan as-Sunnah.

D. Berteman dengan orang yang baik akhlaknya
Rasulullah bersabda:
«الرَّجُلُ عَلىَ دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ».
“Seseorang dipandang dari agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang menjadi temannya.” (HR Abu Dawud: 4833, at-Tirmidzi: 2378, Ahmad 2/303, al-Hakim 4/171; Lihat ash-Shahihah: 928 oleh al-Albani)

E. Mencari Kekurangan
Mencari Kekurangan diri sendiri sebagai bahan evaluasi dan memperbaiki, caranya:
1. Duduk di depan ustadz
2. Mencari teman jujur
3. Menerima kritikan musuh

Source: Facebook Baharudin Sila Albimai

Terobos Razia Lalu Lintas Mobil Berisi Satu Keluarga Dihujani Peluru, Satu Tewas Empat Kritis

8:56:00 AM Add Comment

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto Mangatakan, Polisi menembaki Mobil Berisi rombongan Keluarga Saat adanya Razia di Jalan Raya Daerah Lubuk Linggau. Polisi Sempat Memberikan tanda agar mobil tersebut berhenti. Namun Mobil Honda City hitam berpelat nomor BG 1488 ON itu justru melaju dengan kencang.

Info Awal Mobil itu pada saat ada razia distop tidak berhenti, ujar agung saat dikonfirmasi selasa (18/4/2017) Bahkan mobil tersebut hampir menabrak tiga polisi dan masyarakat yang melintas di sekitar jalan raya itu. Akhirnya petugas memberikan tembakan peringatan.

Sekarang tim polda sedang turun ke TKP tunggu info dari lapangan, kata agung. Berdasarkan standar operasional kata agung upaya peringatan agar kendaraan berhenti saat razia berupa gerakan tangan. Jika pengemudi melawan dan membahayakan petugas, akan dilakukan tembakan peringatan. Didahului dengan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, kata agung.

saat ini polisi tersebut dibawa ke palembang untuk menjalani pemeriksaan oleh divisi profesi dan pengamanan polri. Jika terbukti bersalah Agung memastikan petugas Tersebut di pidana.


Satu Keluarga dalam mobil Honda city hitam berpelat BG 1488 ON tersebut terdiri dari tujuh orang. mereka berasal dari desa blitar, kecamatan sindang Beliti , kabupaten Rejang lebong, Provinsi Bengkulu.

Sekitar Pukul 10.00 WIB polres lubuklinggau tengah menggelar razia di pertigaan jalan fatmawati keacamatan lubuklinggau. Sekitar pukul 11.30 mobil honda city melesat dari arah mesat seni menuju bandara silampiri.

Polisi mencoba menghentikan mobil, namun tidak berhenti dan mencoba menabrak anggota yang sedang melakukan razia. Polisi melihat gelagat mencurigakan sehingga anggota polisi mengambil inisiatif mengejar mobil melakukan penembakan 10 kali.

akibat tembakan tersebut surini (55) meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya, sementara itu beberapa anaknya mengalami luka tembak, yakni diki (29) bagian punggung, Indra (32) di bagian kiri, Novianti (31) di lengan Sebelah kanan dan dewi arlina (35) di lengan sebelah kiri.

Demikian beritanya, Info sumber: infoeratas.com

Terjebak di Segitiga Bermuda Pilot Ini Lalu Mengumandangkan Azan, Lihat Yang terjadi Selanjutnya

7:35:00 AM Add Comment
Terjebak di Segitiga Bermuda Pilot Ini Lalu Mengumandangkan Azan, Lihat Yang terjadi Selanjutnya

Dikutip Dari Youtube "Inidia Misteripedia" segitiga bermuda merupakan garis hanyal yang berbentuk segita di samudra, yaitu dari pulau bermuda ke florida kemudian ke portoriko dan berpatah kembali ke pulau bermuda. Jadi di kawasan di segita angker ini banyak terjadi kehilangan kapal laut dan pesawat terbang tanpa terdeteksi, sebelum di kenal segita bermuda area ini disebut sebagai segita setan, segita kematian dan lain2. Lautan dengan Luas Dua Kali Wilayah Indanesia ini memperoleh nama segitiga bermuda setelah tersiar sebuah artikel berjudul The Deadly bermuda Triangle dalam majalah Argosy sekitar 1964.

Suatu Ketika ada Sebuah Kejadian dimana Kapten Dion Abu Bakar Seorang Pilot dari Malaysia Pernah Mengalami Kejadian yang menyeramkan Saat Melintasi Segitiga Bermuda, Kapten yang mempelajari ilmu penerbangan di sindrun poinclub pada tahun 1964.Melanjutkan kisah pengalaman yang menyeramkannya , menurut dia ketika melalui daerah segitiga bermuda kondisi sekeliling baik lagit lautan kiri kanan putih seperti kapas. Kejadian ini memang sering terjadi di lautan angker itu dalam catatan columbus tertulis bahwa salah satu awak kapal nya saat berlayar melintasi lautan segita bermuda mengatakan, aku melihat cahaya aneh berkemilau di cakrawala.

Cristoper columbus juga menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik di kawasan itu. Lalu apa yang dilakukan pilot dari negeri jiran itu? , ketika terjebak di segitiga bermuda yang tiba tiba menjadi putih, tiada yang dia ingat saat itu kecuali ALLAH Subhanahu Wata'ala dan iapun kemudian melantumkan azan. Segera waktu itu keadaan kembali seperti sediakala , namun pesawat yang dia pandi berada dalam posisi terun bebas ke laut, namun atas kesigapannya dia bisa mengendalikan dan kembali melanjutkan pesawatnya ke florida.

Tontn Videonya di sini