Showing posts with label Syiah. Show all posts
Showing posts with label Syiah. Show all posts

Tak Hanya di Iran dan Iraq, Syiah juga Membuat Ka'bah Palsu di Yaman

9:00:00 PM Add Comment
http://www.trendtv.website/ - "Ternyata Ka'bah Palsu itu tidak hanya di Iran dan Iraq, di Yaman juga ada," tulis salah Facebooker bernama Aidil Ade dalam beranda Facebooknya, (21/9/16).

foto uploaded by facebooker Aidil Ade

Aidil juga memposting foto prosesi Syiah Houthi tengah memindahkan ka'bah pasca musim haji selesai untuk kemudian disembunyikan lagi.

Sebagaimana diketahui bahwa pada musim haji 2016 ini, Syiah membuat "Haji" tandingan di Karbala. Disaat Umat Islam melaksanakan wukuf dan Haji di Makkah, Syiah justru malah asyik dengan agendanya di tanah Karbala. (nisyi/jurnalmuslim.com)

Komunis dan Syiah Bersatu Hantam Suriah, Aleppo Mengalir Darah

8:55:00 PM Add Comment
http://www.trendtv.website - Diinfokan melalui akun Facebook Abu Zaubair Ihsanul Faruqi, bahwa hingga kini Aleppo terus berkecamuk.

illustrasi

Serangan udara Rusia menghantam pemukiman sipil Hayy Firdaus. Empat orang dilaporkan gugur seketika dan beberapa lainnya terluka.

" La'natullah atas komunis rusia dan majusi rafidhah," tulis Facebook Abu Zubair Ihsanul Faruqi, (23/9/16).

Ihsan Faruqi adalah satu diantara relawan Indonesia untuk Suriah untuk membantu kondisi Muslim Suriah yang tengah dalam kesempitan. (nisyi/jurnalmuslim.com)

Syi'ah Mencela Sufi dengan Sebutan "Majusinya Umat ini"

6:56:00 PM Add Comment
http://www.trendtv.website - والصوفية كلهم مخالفونا وطريقتهم مغايرة لطريقتنا وإن هم إلا نصارى أو مجوس هذه الأمة أولئك الذين يجهدون في إطفاء نور الله بأفواههم والله متم نوره ولو كره الكافرون

“Dan Shufiyyah, mereka seluruhnya adalah para penyelisih kami dan thariqah mereka adalah bertentangan dengan thariqah kami. Tidaklah mereka kecuali nashrani atau majusinya umat ini. Mereka adalah orang-orang yang berusaha memadamkan Cahaya Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.”[1]

Jalaludin Rahmat, penganut ajaran Syiah di Indonesia

Disebutkan riwayat yang mereka sandarkan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, dan riwayat ini adalah riwayat dusta di sisi Ahlus Sunnah:

السابع: ما رواه شيخنا الأجل الأفضل الشيخ بهاء الدين محمد العاملي قدس سره في كتاب الكشكول قال قال النبي صلى الله عليه وآله لا تقوم الساعة على أمتي حتى يخرج قوم من أمتي اسمهم صوفية ليسوا مني وإنهم يهود أمتي يحلقون للذكر، ويرفعون أصواتهم بالذكر يظنون أنهم على طريق الأبرار بل هم أضل من الكفار وهم أهل النار لهم شهقة كشهقة الحمار وقولهم قول الأبرار وعملهم عمل الفجار وهم منازعون للعلماء ليس لهم إيمان وهم معجبون بأعمالهم ليس لهم من عملهم إلا التعب.

“Yang ketujuh: apa yang diriwayatkan oleh guru kami Al-Ajal Al-Afdhal Asy-Syaikh Bahauddin Muhammad Al-‘Amiliy dalam kitab Al-Kasykul. Bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi bersabda: “Tidak akan tegak hari kiamat atas umatku hingga keluar suatu kaum dari umatku yang nama mereka adalah Shufiyyah. Mereka bukan bagian dari kami dan sesungguhnya mereka adalah yahudinya umatku. Mereka membuat halaqah untuk berdzikir, mereka mengeraskan suara mereka dengan dzikir mereka tersebut, dan mereka menyangka bahwa mereka berada di atas jalannya orang-orang yang mulia padahal mereka lebih sesat daripada orang-orang kafir dan mereka adalah Ahlun-Naar. Mereka memiliki lenguhan seperti lenguhan keledai. Perkataan mereka adalah perkataan orang-orang baik namun amalan mereka adalah amalan orang-orang keji. Mereka adalah penentang para ‘Ulama. Tidak ada Iman pada mereka. Mereka takjub dengan amalan-amalan mereka, (padahal) tidak terdapat dari amalan mereka kecuali kelelahan.”[2]

VI.             Kesimpulan

Telah jelas dan sangat jelas bahwa Shufiyyah amat tercela dalam ‘aqidah Syi’ah baik yang berfaham wahdatul wujud maupun tashawwuf dalam pengertian sebatas tazkiyatun-nufus. Dan sangat jelas pula betapa berdustanya kaum Syi’ah yang terkenal koar-koar bahwa mereka mecintai ini dan itu termasuk di dalamnya Shufiyyah, padahal yang dicintai amat hina dalam ‘aqidah Syi’ah sendiri.

Maka jika didapati orang Syi’ah yang memiliki kecendrungan terhadap tashawwuf, ia tidak lepas dari dua keadaan berikut:

1. Taqiyyah

Sebagaimana yang sudah dijelaskan bahwa mereka diperbolehkan untuk menjadi seorang penganut firqah hina sebagaimana di mata mereka sendiri untuk suatu tujuan dengan bertopengkan taqiyyah. Banyak cara yang dilakukan Syi’ah agar bisa masuk ke tengah-tengah kaum Muslimin, yang salah satunya adalah melalui Shufiyyah. Terbukti, Syi’ah semakin meluas setelah sebelumnya terjadi taqrib antara Syi’ah dengan Shufiyyah. Maka jangan heran apabila melihat ada dari ulama Syi’ah sekarang yang terlihat keshufi-shufian.

Dan fakta sejarah turut membuktikan bahwa tumpahnya darah kaum Muslimin tidak lepas dari faktor kelicikan Syi’ah yang menikam dari dalam. Diantaranya sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

إن أصل كل فتنة وبلية هم الشيعة، ومن انضوى إليهم، وكثير من السيوف التي سلت في الإسلام إنما كان من جهتهم، وبهم تسترت الزنادقة

“Sesungguhnya asal dari setiap fitnah dan bencana adalah Syi’ah dan orang yang mengikuti mereka. Kebanyakan pedang yang menumpahkan darah dalam Islam (Kaum Muslimin) sesungguhnya adalah dari mereka. Dan pada mereka bersembunyi para zindiq.”[3]

2. Bodoh

Diantara mereka (Syi’ah) terdapat dari kalangan awamnya yang memang menyukai tashawwuf, tapi mereka tidak mengetahui hakikat tashawwuf itu sendiri dalam ‘aqidah mereka. Mereka hanya membebek kepada ustadz dan ulama mereka yang terlihat keshufi-shufian tanpa mereka ketahui tujuan dari ulama mereka tersebut.

Wallaahul Musta’aan.

[1] Ibid.

[2] Ibid, hal. 34

[3] Minhajus-Sunnah, 2/243

Diambil dari ebook Himpunan Fatwa Ulama Syi'ah, edisi: Takfir, oleh: Muhammad Jasir Nashrullah. (nisyi/jurnalmuslim.com)

Baca juga:

Aqidah Syiah: Kaum Sufi Adalah Para Pengganti Setan dan Perusak Kaidah Agama

6:52:00 PM Add Comment
http://www.trendtv.website - Al-Hurr Al-‘Amiliy berkata:

ما رواه مولانا الأجل الأكمل ملا أحمد الأردبيلي قدس الله روحه في كتاب حديقة الشيعة قال: نقل الشيخ المفيد محمد بن محمد بن النعمان رضي الله عنه عن محمد بن الحسين بن أبي الخطاب أنه قال: كنت مع الهادي علي بن محمد عليهما السلام في مسجد النبي صلى الله عليه وآله فأتاه جماعة من أصحابه منهم أبو هاشم الجعفري كان رجلا بليغا وكانت له منزلة عنده عليه السلام ثم دخل المسجد جماعة من الصوفية وجلسوا في ناحية مستديرا وأخذوا بالتهليل فقال عليه السلام لا تلتفتوا إلى هؤلاء الخداعين فإنهم خلفاء الشيطان ومخربوا قواعد الدين

Jalaludin Rahmat, penganut ajaran Syiah di Indonesia

“Apa yang diriwayatkan oleh maula kami Al-Ajal Al-Akmal Mula Ahmad Al-Ardabiliy dalam kitabnya Hadiqatusy-Syi’ah, beliau berkata, Asy-Syaikh Al-Mufid Muhammad bin Muhammad bin An-Nu’man telah menukil dari Muhammad bin Al-Husain bin Abi Al-Khaththab bahwasanya beliau berkata, aku pernah bersama Al-Hadiy ‘Ali bin Muhammad ‘alaihimas-salam di dalam Masjid Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi, lalu datang sekelompok dari sahabat beliau, diantara mereka adalah Abu Hisyam Al-Ja’fariy. Dia adalah seorang yang baligh (fasih pent-)  dan memiliki kedudukan di sisi beliau ‘alaihis salam. Kemudian sekelompok Shufiyyah masuk ke dalam Masjid dan mereka duduk di suatu sisi secara melingkar lalu mereka ber-tahlil. Maka bersabdalah Imam (‘Ali Al-Hadiy) ‘alaihis salam: “Janganlah kalian meminta nasihat kepada mereka para penipu itu karena sesungguhnya mereka adalah para pengganti setan dan para perusak kaidah-kaidah agama.”[1]

فلا يتبعهم إلا السفهاء ولا يعتقدهم إلا الحمقى (الحمقاء - خ) فمن ذهب إلى زيارة أحدهم حيا وميتا فكأنما ذهب إلى زيارة الشيطان وعبادة الأوثان ومن أعان أحدا منهم فكأنما أعان يزيد ومعاوية وأبا سفيان.

“Maka tidaklah akan mengikuti mereka kecuali orang-orang bodoh dan tidaklah meyakini mereka kecuali orang-orang tolol. Barangsiapa yang pergi berziarah kepada satu pun dari mereka baik saat mereka hidup dan mati maka sesungguhnya dia pergi menziarahi setan dan pengibadahan berhala. Dan barangsiapa yang menolong/membantu satu pun dari mereka maka sesungguhnya dia menolong/membantu Yazid, Mu’awiyyah dan Abu Sufyan.”[2]

[1] Risalah fi Ar-Radd ‘alaa Ash-Shufiyyah, hal. 28 – 29.

[2] Ibid.

Diambil dari ebook Himpunan Fatwa Ulama Syi'ah, edisi: Takfir, oleh: Muhammad Jasir Nashrullah. (nisyi/jurnalmuslim.com)

Tuduhan Keji Syiah Terhadap Sufyan Ats-Tsauriy, Hasan Al-Bashriy, dan Al-Ghazaliy

6:48:00 PM Add Comment
http://www.trendtv.website- Al-Hurr Al-‘Amiliy menyatakan:

قال بعض المحققين من مشايخنا المعاصرين: اعلم أن هذا الاسم وهو اسم التصوف كان مستعملا في فرقة من الحكماء الزايغين عن الصواب، ثم بعدهم في جماعة من الزنادقة وأهل الخلاف من أعداء آل محمد عليهم السلام كالحسن البصري (1) وسفيان الثوري (2) ونحوهما. ثم جاء فيمن جاء بعدهم وسلك سبيلهم كالغزالي (3) رأس الناصبين لأهل البيت ولم يستعمله أحد من الإمامية لا في زمن الأئمة عليهم السلام ولا بعده إلى قريب من هذا الزمان

Emilia Renita

“Telah berkata sebagian muhaqqiq dari guru-guru mu’ashirin kami : “Ketahuilah, sesungguhnya nama ini yaitu nama tashawwuf adalah nama yang digunakan dalam firqah para hakim yang menyimpang dari kebenaran. Kemudian setelah mereka digunakan oleh kelompok dari orang-orang zindiq dan para penyelisih dari musuh-musuh Aalu Muhammad (Ahlul-Bait) ‘alaihim as-salam seperti Hasan Al-Bashriy, Sufyan Ats-Tsauriy, dan yang seperti keduanya. Kemudian datang (digunakan) oleh orang yang datang setelah mereka dan menempuh jalan mereka seperti Al-Ghazaliy sang pemimpin para Nashibi yang menentang Ahlul Bait. Nama tersebut (tashawwuf) tidak digunakan oleh satu pun dari Syi’ah Imamiyyah. Tidak pada zaman para Imam ‘alaihim as-salam dan tidak pula setelahnya hingga dekat dari zaman ini.”[1]

Sebagaimana Al-Hurr Al-‘Amiliy juga membuat bahasan khusus mengenai Imam Al-Ghazaliy beserta tuduhan yang dilontarkan kepada beliau pada hal. 163 sebagai cabang dari pasal ke-3. Juga pasal khusus mengenai Hasan Al-Bashriy pada hal. 171 (setelah pembahasan Ibnu ‘Arabiy) dan turut dilontarkan tuduhan dan celaan terhadapnya berdasarkan riwayat-riwayat Syi’ah. Begitu juga terhadap Sufyan Ats-Tsauriy yang dia membuat pasal khusus berkenaan dengannya pada hal. 174. Dan Abu Bakr Al-Baghdadiy hal. 180. Maka semakin jelaslah bahwa Syi’ah memang benar-benar berlepas diri dari tashawwuf baik yang berfaham wahdatul wujud ataupun tidak.

Dan yang demikian turut pula dinukil oleh dedengkot Nikmatullah Al-Jazairy (1050 H – 1112 H) dalam kitabnya Al-Anwar An-Nu’maniyyah pada bab khusus berkenaan Nashibiy dan Shufiy yaitu:

ظلمة حالكة في بيان أحوال الصوفية والنواصب

“Kegelapan Hitam: Mengenai Penjelasan Keadaaan Shufiyyah dan Nawashib.”[2]

[1] Ibid, hal. hal. 15

[2] Al-Anwar An-Nu’maniyyah 2/193, Terb. Darul-Qari’. Adapun penyebutan Al-Ghazaliy dalam bab di atas dari Al-Anwar An-Nu’maniyyah bisa dilihat pada halaman-halaman berikutnya yaitu hal. 196.

Diambil dari ebook Himpunan Fatwa Ulama Syi'ah, edisi: Takfir, oleh: Muhammad Jasir Nashrullah. (nisyi/jurnalmuslim.com)

Inilah Foto Idul Ghadir di Iran, Hari Perayaan Syi'ah Guna Melaknat Para Sahabat Nabi saw

6:25:00 PM Add Comment
http://www.trendtv.website - Dalam ajaran Agama Syiah, setiap tanggal 18 Dzulhijah mereka memperingati perayaan Idul Ghadir, sebuah perayaan yang dilangsungkan oleh seluruh penganut Agama Syiah untuk memperingati hari khotbah Nabi Muhammad saw yang oleh Syiah diklaim sebagai khutbah wasiat kepemimpinan Imam Ali ra.


Foto by: Aidil Ade

Adapun ditahun 2016 ini, peringatan Idul Ghadir Syiah jatuh pada tanggal 19 September 2016, semua penganut Ajaran Syiah di seluruh Negeri tak luput dari perayaan Idul Ghadir, tak terkecuali di Indonesia.

Adapun di Iran, pun pengikut Syiah merayakan secara besar-besaran.

Salah seorang pengguna Facebook bernama Aidil Ade mengupload foto prosesi perayaan sesat Agama Syiah, Idul Ghadir di Iran.

Foto yang diupload pada 23 September itu menggambarkan bagaimana Syiah di Iran berpesta ria dan hikmat menjalankan ajaran yang sejatinya tidak pernah ada dalam Islam.

"Idul Ghadir di Iran,, Hari perayaan mereka dalam rangka melaknat para sahabat Nabi Muhammad," tulis Aidil Ade dalam beranda Facebooknya, (23/9/16). (nisyi/jurnalmuslim.com)

Na'udzubillah, Syiah Membangun Makam Malaikat Jibril di Iran

6:44:00 PM Add Comment
http://www.trendtv.website/ - Seorang pengguna Facebook bernama Aidil Ade mengupload dua buah foto berupa makam yang berlokasikan di Negara Syiah Iran.

foto by: Facebooker Aidil Ade

Aidil menambahkan keterangan bahwa kuburan tersebut adalah makam Malaikat Jibril 'Alaihissalam.

Na'udzubillah, Syiah membual dengan membuat makam untuk seorang Malaikat yang Allah sebut dengan Ar Ruh Al Amin.

"Makam Malaikat Jibril di Iran," tulis Aidil dalam beranda Facebooknya (20/9/16).

Sebagaimana diketahui bahwa diantara Aqidah Syiah adalah mereka membenci Malaikat Jibril karena telah salah menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad saw. (Baca: Syiah Membenci Malaikat Jibril Karena Telah Salah Menyampaikan Wahyu )

Berbagai tanggapan berdatangan dari para Netizen.

"Goblok malaikat bs mati...yg posting percaya aliran ini.wong edan," tulis Khair El-Qobar.

"Kena kibas sayap Jibril 'alahis sallam baru nyahook. Syiah begok!," tulis Abu Sovia.

"Astagfirrallahal adzim. Murtadnya. Malaikat Allah ciptakan tidak bisa terlihat oleh mahluk lain kecuali Allah ta alla karena malaikat mahluk yg sempurna," tulis Aisa Ai Setiasih Aisa.

Hingga berita ini turun, postingan Aidil Ade sudah dibagikan sebanyak lebih dari 600 pengguna Facebook. (nisyi/jurnalmuslim.com)