Showing posts with label KH Hasyim Muzadi. Show all posts
Showing posts with label KH Hasyim Muzadi. Show all posts

Berbeda dengan Ketum PBNU Sekarang (Said Aqil), Mantan Ketum PBNU KH. Hasyim Musadi Tegas Tolak Ahok

10:08:00 PM Add Comment
Jurnalmuslim.com - Mantan Ketum PBNU, KH Hasyim Muzadi mengatakan bahwa dirinya sangat berharap untuk PDI Perjuangan tidak mengusung Gubernur Jakarta, Ahok.

Mantan Ketum PBNU, KH Hasyim Muzadi

Ia mengatakan bahwa dirinya akan sangat siap untuk berkampanye untuk dapat memenangkan kader PDI Perjuangan, selain Ahok.

“Sebagai orang yang pernah merasakan budi baik PDIP dalam Pilpres 2004, saya sangat berharap PDIP berani mengusung kadernya sendiri pada pilkada DKI 2017,” terang Hasyim dikutip OkTerus.com.

Belum diketahui secara pasti kenapa Ia tidak menyukai Ahok, namun dirinya mengatakan kalau PDI Perjuangan dianggap tepat bila mengusung kadernya sendiri.

Hasyim memberi peringatan keras untuk Megawati Soekarnoputri agar bisa mengutip pesan dari Bung Karno mengenai jangan sampai ada eksploitasi oleh para pemilik modal.

“Jangan sampai di saat PDIP penerus ajaran Bung Karno sedang menang dan berkuasa, nasionalisme Pancasila merosot karena kekuatan modal yang akan merambah ke politik dan PDIP membiarkannya,” ucapnya.

Ia meminta agar PDI Perjuangan bisa mengusung kadernya yang nasionalis religius sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta.

Ia juga menambahkan kembali soal peluang PDI Perjuangan agar bisa membangun sebuah koalisi yang kompak, maka tentu akan bisa menang dengan cara yang terhormat.

“Kalau bersatu, insya Allah menang dengan terhormat. Dan itu lebih baik ketimbang menang di bawah bayang-bayang tekanan modal, sungguh tidak terhormat,” tukasnya.

Penulis: Dewi

(okterus)

Hasyim Muzadi Serukan Ulama Selamatkan Agama, "Jangan Sampai Rusak Ditekan Negara"

9:25:00 PM Add Comment
Jurnalmuslim.com - Mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi mengajak ulama ahlussunnah wal jamaah bangkit menyelamatkan agama dan negara. Umat Islam tidak boleh terpecah, saling serang, dan harus menghindarkan terjadinya bentrokan antara agama dan negara.

foto by: pos-metro

"Jangan sampai agama rusak ditekan negara dan negara rusak karena tidak didukung agama," kata Hasyim dalam halaqah ulama dan deklarasi laskar antinarkoba Muslimat NU di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Ahad (18/9).

Menurut Hasyim, ulama tidak bisa lagi tinggal diam. Sementara kelompok yang menyebarkan paham radikal yang membenturkan Islam dengan negara terus bergerak.

Menurutnya, ulama harus mengajarkan kepada masyarakat Islam ahlussunnah wal jamaah yang benar, aktif mengisi forum-forum pengajian di masjid dan mushala. "Jaga titik-titik di desa yang sekarang jadi pintu masuk radikalisme terorisme. Ini tidak bisa diserahkan ke polisi. Polisi baru menangkap kalau sudah berbuat teror," kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

Ia mengatakan, ulama Indonesia yang berguru pada ulama terdahulu yang menyambung hingga Wali Songo merupakan ulama yang jelas keindonesiaannya. Berbeda dengan ulama yang memiliki garis kepemimpinan dengan organisasi atau aliran di luar negeri.

"Karena itu ahlussunnah tak pernah berontak karena tak dipimpin dari luar, tidak seperti sekarang," ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok ini dapat memahami apabila selama ini ulama ahlussunnah cenderung diam untuk menghindari konflik. Namun sikap itu tidak bisa lagi dipertahankan.

"Biasanya ulama tak mau ramai-ramai sehingga yang menang yang suka ramai-ramai. Ulama terlalu sungkan sehingga yang menang yang tidak sungkan-sungkan," katanya.

Mengingat jaman yang berubah, menurut Hasyim, ulama juga harus pandai mengemas ajaran agama yang sebenarnya ajaran lama dengan kemasan baru yang lebih menarik. "Sekali lagi, ulama jangan diam. Sekarang agama memanggil untuk mengajarkan syariat yang benar, juga negara yang kini dilanda berbagai problema," tegasnya.

Dikatakannya, ulama harus tampil membenahi masyarakat dan memberikan teladan karena Indonesia kini dilanda krisis keteladanan. (rol)